19 Khasiat Obat Herbal dari Tanaman BIDURI yang Jarang Diketahui
Biduri (27)
(Calotropis gigantea [Willd.] )
Deskripsi, Karakteristik dan Morfologi Tanaman Biduri:
Biduri nama ilmiah dari Widuri adalah Calotropis gigantea Willd. Sementara nama Sinonimnya adalah nama latin: Calotropis gigantea R.Br. dan Asclepias gigantea Willd. termasuk dalam famili asclepiadaceae.
Habitat Tanaman Biduri banyak ditemukan di daerah bermusim kemarau panjang, seperti padang rumput yang kering, lereng-lereng gunung yang rendah, dan pantai berpasir. Semak tegak, tinggi 0,5-3 m. Batang bulat, tebal, ranting muda berambut tebal berwarna putih. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur atau bulat panjang, ujung tumpul, pangkal berbentuk jantung, tepi rata, pertulangan menyirip, panjangnya 8-30 cm, lebar 4-15 cm, berwarna hijau muda.
Permukaan atas helaian daun muda berambut rapat berwarna putih (lambat laun menghilang), sedangkan permukaan bawah tetap berambut tebal berwarna putih. Bunga majemuk dalam anak payung, di ujung atau ketiak daun. Tangkai bunga berambut rapat, mahkota bunga berbentuk kemudi kapal, berwarna lila, kadang-kadang putih. Buahnya buah bumbung, berbentuk bulat telur atau bulat panjang, pangkal buah berupa kaitan, panjang 9-10 cm, berwarna hijau. Bijinya kecil, lonjong, pipih, berwarna cokelat, berambut pendek dan tebal, umbai rambut serupa sutera panjang.
Jika salah satu bagian tumbuhan dilukai, akan mengeluarkan getah berwarna putih, encer, rasanya pahit dan kelat, lama-kelamaan terasa manis, baunya sangat menyengat, dan beracun. Kulit batang biduri mengandung bahan serat yang dapat digunakan untuk membuat jala. Biduri dapat diperbanyak dengan biji.
Nama daerah tanaman Biduri:
Sumatera: rubik, biduri, lembega, rembega, rumbigo.
Jawa: babakoan, badori, biduri, widuri, saduri, sidoguri, bidhuri, burigha.
Bali: Manori, maduri.
Nusa Tenggara: muduri, rembiga, kore, krokoh, kolonsusu, modo kapauk, modo kampauk.
Sulawesi: rambega.
Nama asing tanaman Biduri: Giant milk weed, mudar plant (I), kapal-kapal (Tag.), oscherstrauch.
Nama simplisia : Calotropidis Cortex Radicis (kulit akar biduri).
KANDUNGAN DAN KHASIAT TANAMAN BIDURI:
1. Kulit akar biduri berkhasiat kolagoga
2. Peluruh keringat (diaforetik)
3. Perangsang muntah (emetik)
4. Pemacu kerja enzim pencernaan (alternatif)
5. Peluruh kencing (diuretik)
6. Kulit kayu biduri berkhasiat emetik
7. Bunga berkhasiat tonik,
8. Menambah nafsu makan (stomakik)
9. Daun berkhasiat rubifasien dan menghilangkan gatal.
10. Getahnya beracun dan dapat menyebabkan muntah.
11. Berkhasiat sebagai obat pencahar.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN UNTUK OBAT HERBAL
1.Kulit akar digunakan untuk pengobatan : demam, perut terasa penuh, kaki pegal dan lemas, gigitan ular beracun, borok kronis, dan penyakit kulit lainnya.
2.Daun digunakan untuk pengobatan : kudis, luka, borok, sariawan, gatal pada cacar air (varicella), campak (measles), demam, dan batuk.
3.Bunga digunakan untuk pengobatan: radang, lambung (gastritis), batuk, sesak napas, influenza, sifilis sekunder, kencing nanah (gonorrhoea), dan kusta (lepra).
4.Getah digunakan untuk pengobatan: bisul, eksim, pembesaran kelenjar getah bening, luka pada sifilis, luka di kaki, sakit gigi, dan mencabut duri yang menusuk kulit.
CARA MEMBUAT RAMUAN HERBAL POHON BIDURI:
1. Gastritis
2. Lepra, sifilis sekunder, gonorrhoea
Rebus 0,1 g bunga kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum.
3. Digigit ular beracun
Cuci akar sebesar 1 jari sampai bersih, lalu kunyah dan airnya ditelan, sedangkan ampasnya digunakan untuk menutup luka.
4. Kaki pegal dan lemas
Cuci akar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk halus. Tambahkan tepung beras (sama banyak) dan aduk sampai rata. Gosokan ramuan pada bagian kaki yang sakit.
5. Bisul
6. Luka pada sifilis dan kaki
Cuci luka-luka pada sifilis dan kaki, lalu oleskan getah biduri pada bagian luka tersebut.7.Tertusuk duri halus
Teteskan getah biduri pada bagian tubuh yang tertusuk duri. Secara langsung, getah akan mengeluarkan duri di dalam kulit dengan sendirinya.8. Pembesaran kelenjar getah bening.
Oleskan kelenjar yang membengkak dengan getah biduri.9. Sakit gigi
Oleskan getah biduri pada gigi yang sakit. Cara pengolesan ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan mengenai gigi yang sehat.
10. Batuk dan sesak napas
Bakar daun kering, lalu hirup asapnya.
BACA JUGA: Cara Herbal Mengobati Batuk Membandel
11. Sariawan
Cuci daun secukupnya
sampai bersih, tumbuk sampai halus, kemudian diperas. Oleskan air perasannya
pada bagian yang sariawan.
12. Campak
Cuci 1/4 genggam daun biduri, 1/4 genggan daun asam muda, dan rimpang kunyit sebesar 1/2 jari; lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu cangkir air masak dan satu sendok makan madu, lalu aduk sampai rata. Selanjutnya, ramuan disaring dan air saringannya diminum. Pengobatan ini dilakukan dua kali sehari.
13. Sakit telinga
Cuci daun muda sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring, lalu airnya diteteskan pada bagian telinga yang sakit. Lakukan pengobatan ini 3-4 kali sehari.
14. Sakit perut
Cuci daun sampai bersih, lalu layukan di atas api. Oleskan minyak, kemudian letakkan daun di sekitar perut.15. Kudis
16. Eksim dan Kulit Gatal
Cara ampuh pengobatan penyakit eksim dengan herbal daun biduri : Cuci daun biduri sampai bersih, lalu oleskan minyak kelapa di bagian permukaannya dan layukan di atas api. Bahan tersebut digunakan untuk membalur kulit yang gatal.
17. Penyakit Kullit , untuk pemakaian luar, layukan daun segar secukupnya, lalu tambahkan kapur sirih dan giling sampai halus. Selanjutnya, lumurkan ramuan ke bagian tubuh yang terkena penyakit kullit.
18. Untuk sakit perut, rebus 0,1-0,65 g kulit akar, lalu diminum., layukan daun segar di atas api, lalu oleskan minyak di bagian permukaannya, digunakan untuk menutup perut.
19. Untuk sakit telinga, tumbuk daun muda sampai halus, lalu peras. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit. Untuk luka atau borok, giling daun kering sampai halus, lalu taburkan serbuk pada bagian yang luka atau borok.

Komentar
Posting Komentar